contoh teks negosiasi di sekolah
Contoh Teks Negosiasi di Sekolah: Studi Kasus dan Analisis Mendalam
1. Negosiasi Ekstrakurikuler: Pengajuan Klub Fotografi Baru
Setting: Ruang Kepala Sekolah, SMA Negeri Harapan Bangsa.
Peserta:
- Kepala Sekolah (Bu Ani): Representing the school administration.
- Ketua OSIS (Rudi): Representing the student body.
- Anggota OSIS (Siti): Mempresentasikan proposal untuk klub fotografi.
Teks Negosiasi:
- Siti: “Selamat pagi, Bu Ani. Terima kasih atas waktu yang Ibu berikan. Kami dari OSIS ingin mengajukan proposal pembentukan klub fotografi di sekolah.”
- Tiba-tiba ini: “Selamat pagi, Rudi, Siti. Saya sudah menerima proposalnya. Klub fotografi? Sekolah kita sudah cukup banyak klub, lho. Apa urgensinya?”
- Rudi: “Betul, Bu. Tapi kami melihat minat siswa terhadap fotografi sangat tinggi. Banyak siswa yang memiliki kamera dan sering mengambil foto di sekitar sekolah, tapi belum ada wadah resmi untuk mengembangkan bakat mereka.”
- Siti: “Kami sudah melakukan survei, Bu. Hasilnya, 70% siswa yang kami survei tertarik untuk bergabung dengan klub fotografi. Kami juga sudah menyiapkan rencana kegiatan, termasuk pelatihan dasar fotografi, hunting foto bersama, dan pameran hasil karya siswa.”
- Tiba-tiba ini: “Rencana kegiatannya cukup menarik. Tapi, saya khawatir soal biaya. Peralatan fotografi kan mahal. Dari mana kalian akan mendapatkan dana?”
- Rudi: “Kami sudah merencanakan beberapa cara untuk mendapatkan dana, Bu. Pertama, kami akan mengajukan proposal sponsorship ke beberapa perusahaan yang bergerak di bidang fotografi. Kedua, kami akan mengadakan bazar foto hasil karya siswa. Ketiga, kami akan menggalang dana dari alumni yang memiliki minat di bidang fotografi.”
- Tiba-tiba ini: “Sponsorship dan bazar foto terdengar bagus. Tapi, menggalang dana dari alumni itu agak sulit. Alumni biasanya lebih fokus membantu pengembangan fasilitas sekolah yang lebih besar.”
- Siti: “Kami akan mencoba, Bu. Kami akan membuat surat permohonan yang menarik dan meyakinkan. Kami juga akan menunjukkan potensi klub fotografi ini untuk meningkatkan citra sekolah.”
- Tiba-tiba ini: “Baiklah. Selain dana, saya juga khawatir soal guru pembimbing. Siapa yang akan menjadi guru pembimbing klub fotografi ini? Semua guru fotografi sudah memiliki jadwal yang padat.”
- Rudi: “Kami sudah berdiskusi dengan Pak Budi, guru seni rupa. Beliau bersedia menjadi guru pembimbing, Bu. Beliau juga memiliki pengalaman di bidang fotografi.”
- Tiba-tiba ini: “Pak Budi? Hmm, boleh juga. Tapi, pastikan Pak Budi tidak terlalu terbebani dengan tugas tambahan ini. Saya tidak ingin kualitas pengajaran beliau di kelas menurun.”
- Siti: “Tentu, Bu. Kami akan memastikan Pak Budi mendapatkan dukungan yang cukup dari kami. Kami akan membantu beliau dalam menyiapkan materi pelatihan dan mengkoordinasi kegiatan klub.”
- Tiba-tiba ini: “Oke. Saya apresiasi inisiatif kalian. Tapi, saya ingin ada beberapa revisi dalam proposal kalian. Pertama, kalian harus memperjelas sumber dana dan rencana anggaran yang lebih detail. Kedua, kalian harus membuat surat pernyataan dari Pak Budi yang menyatakan kesediaannya menjadi guru pembimbing. Ketiga, kalian harus membuat jadwal kegiatan yang lebih realistis dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.”
- Rudi: “Baik, Bu. Kami akan segera merevisi proposal sesuai dengan masukan Ibu.”
- Siti: “Terima kasih banyak, Bu Ani. Kami sangat menghargai dukungan Ibu.”
- Tiba-tiba ini: “Sama-sama. Saya harap klub fotografi ini bisa menjadi wadah yang positif bagi siswa untuk mengembangkan bakat mereka.”
Analisis:
- Tujuan Negosiasi: Mendapatkan persetujuan dari Kepala Sekolah untuk membentuk klub fotografi baru.
- Posisi Awal: OSIS ingin membentuk klub fotografi. Kepala Sekolah awalnya ragu karena masalah dana dan guru pembimbing.
- Proses Negosiasi: OSIS memberikan argumen yang meyakinkan tentang minat siswa, rencana kegiatan, dan solusi untuk masalah dana dan guru pembimbing. Kepala Sekolah memberikan masukan dan persyaratan revisi.
- Hasil Negosiasi: Kepala Sekolah menyetujui pembentukan klub fotografi dengan beberapa persyaratan revisi proposal.
- Strategi Negosiasi: OSIS menggunakan strategi persuasif, memberikan data yang mendukung, dan menawarkan solusi untuk masalah yang diajukan oleh Kepala Sekolah. Kepala Sekolah menggunakan strategi kritis, mengajukan pertanyaan yang menantang, dan memberikan persyaratan yang harus dipenuhi.
2. Negosiasi Tugas Kelompok: Pembagian Tanggung Jawab
Setting: Kelas XII IPA 1, setelah jam pelajaran.
Peserta:
- Andi: Anggota kelompok, pandai menulis.
- Budi: Anggota kelompok, mahir presentasi.
- Citra: Anggota kelompok, kreatif dalam desain.
- Dina: Anggota kelompok, teliti dalam mencari data.
Teks Negosiasi:
- Andi: “Oke, teman-teman, kita harus segera membagi tugas untuk proyek biologi ini. Kita harus membuat laporan dan presentasi tentang ekosistem hutan.”
- Budi: “Betul. Saya usul, Andi yang menulis laporan, Citra yang membuat desain presentasinya, Dina yang mencari data, dan saya yang presentasi.”
- Citra: “Saya setuju dengan pembagian tugasnya. Tapi, saya agak kesulitan mencari gambar yang bagus untuk presentasi. Mungkin Dina bisa bantu saya mencari gambar selain mencari data?”
- Pada: “Hmm, saya sebenarnya lebih fokus ke mencari data. Mencari gambar butuh waktu dan ketelitian juga. Bagaimana kalau Andi bantu Citra mencari gambar? Andi kan pintar mencari referensi.”
- Andi: “Saya sih oke saja bantu Citra cari gambar. Tapi, menulis laporan sendiri itu cukup berat. Mungkin Budi bisa bantu saya mengedit laporan setelah saya selesai menulis?”
- Budi: “Mengedit laporan? Sebenarnya saya kurang ahli dalam tata bahasa. Tapi, kalau hanya sekadar merapikan format, saya bisa bantu.”
- Citra: “Kalau begitu, bagaimana kalau Dina bantu Andi mencari referensi untuk laporan? Dina kan teliti, pasti bisa menemukan sumber-sumber yang bagus.”
- Pada: “Boleh juga. Saya akan bantu Andi mencari referensi, tapi Andi harus bantu saya menyusun daftar pustaka yang benar.”
- Andi: “Deal! Saya bantu Dina susun daftar pustaka, Dina bantu saya cari referensi, Citra desain presentasi, dan Budi presentasi serta merapikan format laporan.”
- Budi: “Oke, deal! Tapi, kita harus sepakat deadline-nya. Kapan semua tugas harus selesai?”
- Citra: “Saya usul, semua tugas harus selesai tiga hari sebelum presentasi. Jadi, kita punya waktu untuk latihan presentasi dan mengecek kembali semua materi.”
- Pada: “Saya setuju dengan deadline tiga hari sebelum presentasi. Tapi, kita harus saling mengingatkan kalau ada yang belum selesai.”
- Andi: “Oke, kita buat grup chat untuk saling mengingatkan. Semua setuju?”
- Budi, Citra, Dina: “Setuju!”
Analisis:
- Tujuan Negosiasi: Membagi tugas kelompok secara adil dan efektif.
- Posisi Awal: Setiap anggota kelompok memiliki preferensi dan keahlian masing-masing.
- Proses Negosiasi: Anggota kelompok saling mengungkapkan pendapat, menawarkan bantuan, dan mencari solusi yang saling menguntungkan.
- Hasil Negosiasi: Pembagian tugas yang disepakati oleh semua anggota kelompok, dengan deadline yang jelas.
- Strategi Negosiasi: Anggota kelompok menggunakan strategi kooperatif, saling mendengarkan, dan mencari комpromi untuk mencapai tujuan bersama.
3. Negosiasi Nilai: Permohonan Remedial
Setting: Ruang Guru, setelah jam pelajaran.
Peserta:
- Guru Matematika (Pak Anton): Representing the teacher’s authority.
- Siswa (Lisa): Mewakili siswa yang mencari kemajuan.
Teks Negosiasi:
- Lisa: “Selamat siang, Pak Anton. Maaf mengganggu waktu Bapak.”
- Pak Anton: “Selamat siang, Lisa. Ada apa?”
- Lisa: “Saya ingin membicarakan nilai ulangan matematika saya yang kemarin, Pak. Nilai saya kurang memuaskan.”
- Pak Anton: “Saya tahu. Nilai kamu memang di bawah KKM. Kamu sudah belajar dengan baik sebelum ulangan?”
- Lisa: “Sudah, Pak. Saya sudah belajar bersama teman-teman dan mengerjakan semua latihan soal. Tapi, saat ulangan, saya merasa gugup dan lupa beberapa rumus.”
- Pak Anton: “Gugup itu wajar. Tapi, kamu harus bisa mengendalikan diri saat ulangan. Matematika itu butuh ketenangan dan fokus.”
- Lisa: “Saya mengerti, Pak. Saya mohon, apakah ada kesempatan untuk remedial?”
- Pak Anton: “Remedial? Sebenarnya saya sudah memberikan banyak kesempatan remedial sebelumnya. Tapi, karena kamu menunjukkan kem

